menu button

text Berjalan

Blog Sartika Siahaan - 22 Years old - Gunadarma University

Selasa, 22 Oktober 2013

Peranan Mangaer dalam Pengelolaan Manajemen Informasi di Perusahaan



                                            SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

                                                                 
                “Peranan Manager dalam Pengelolaan Manajemen Informasi di Perusahaan”

NAMA        : SARTIKA SIAHAAN
NPM            : 46211626
KELAS        : 3DA01




                                                                         BAB I
                                                               PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
        Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkordinasikan kegiatan-kegiatan guna mencapai sasaran suatu organisasi. Posisi manajer menjadi sangat krusial bila direktur atau deputy dan diharapkanmempunyai peranan dalam meningkatkan serta menjaga keseimbangan dalam suatu organisasi.
Seorang manajer dalam melakukan tugasnya menjamin ketersedian, keakuratan, ketepatan dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi di tengah-tengah lingkungannya.
Seorang manajer harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Namun tidak semua manajer itu bekerja selayaknya seorang manajer, ada manager yang hanya bisa menyuruh-nyuruh dan tidak mau dikoreksi apabila dia salah dan tidak mau dikritik padahal pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan keluhan dari bawahannya.
         Peranan seorang manager dalam suatu organisasi itu sangatlah penting, karena keberadaan seorang manager menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya dan salah satu ujung tombak dari keberhasilan suatu organisasi. Salah satu tugas atau peran manager yaitu harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu organisasi yang dipimpinnya, sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang merasa dirugikan.
         Menjadi seorang manager memang bukan perkara yang mudah, perlu pengalaman bertahun-tahun dan memiliki jam terbang serta bidang keilmuan yang mencukupi, yang bisa menjadikan ia pantas disebut dan diangkat menjadi seorang manager.

B.     PEMBATASAN MASALAH
Penulisan makalah ini berkaitan dengan “Peranan manager dalam pengelolan manajemen informasi di perusahaan.
C.    TUJUAN
1.      Untuk mengetahui Peranan Manager dalam perusahaan.
2.      Untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab manager.





                                                                         BAB II
                                                                 PEMBAHASAN

1.      Pengertian Manager.
        Manager adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan harus mempunyai wawasan yang luas. Seorang manager memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa sektor yang dipegangnya. Pada perusahaan atau organisasi yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manager umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi berskala besar biasanya memiliki beberapa orang manager umum yang bertanggung jawab pada tugas yang berbeda-beda.

2.      Peran seorang manager dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
        Suatu perusahaan apabila tidak memiliki manager, maka bisa dipastikan perusahaan tersebut akan mengalami kebangkrutan, karena proses manajemen dalam perusahaan tersebut tidak berjalan, walaupun sumber daya dan infrastrukturnya lengkap namun apabila tidak ada yang mengaturnya, maka hal itu tidak  akan ada artinya oleh karena itu peran manager sangat penting.
Manager yang hanya bisanya menyuruh-nyuruh saja tanpa mau dikoreksi dan tidak mau disalahkan merupakan ciri manager yang kurang baik, karena hal ini dapat menurunkan kualitas dan kinerja para bawahan yang dia bawahi, pada akhirnya akan berdampak pada kelangsungan dari organisasinya itu sendiri, agar perusahaan tidak menjadi korban dari hal tersebut maka perlu dipilih seorang manager yang baik sehingga mampu mengatasi masalah.

Ciri-ciri seorang manager:
1.      Seorang manager harus memahami identitas dan karakter dari bawahannya, misalnya kemampuan komunikasi, keagresifan dalam bertanya, dan pengetahuan tentang suatu masalah, hal tersebut penting untuk diketahui, karena untuk memperkecil distrosi informasi ketika manager akan mendengarkan dan merespon usulan atau apresiasi yang disampaikan bawahannya.
2.      Seorang manager harus mampu memahami apa yang disampaikan bawahannya termasuk dalam hal isi dan tujuan penyampaian aspirasi, dengan semakin paham maka komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak ada multitafsir yang akan menggaburkan komunikasi tersebut.
3.      Selalu fokus dan penuh perhatian kepada karyawan yang menyampaikan pesan atau aspirasi dan usahakan jangan memberikan kesan manager melecehkan bawahannya, hal ini penting untuk memberikan empati tinggi sehingga karyawan atau bawahan akan merasa diperhatikan, dihargai eksistensi dan usulannya.


3.         Peranan Manager dalam Pengelolaan Manjemen Insformasi.
Manager adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan harus mempunyai wawasan yang luas. Seorang manager memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa sektor yang dipegangnya. Pada perusahaan atau organisasi yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manager umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi berskala besar biasanya memiliki beberapa orang manager umum yang bertanggung jawab pada tugas yang berbeda-beda.
Pada organisasi berstruktur tradisional, manager sering dikelompokkan menjadi:manager puncak, manager tingkat menengah, manager lini.
Berikut ini adalah tingkatan manager mulai dari bawah ke atas :
a.       Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).
  1. Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.
  2. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).
4. Peranan Manajer Dalam Organisasi Publik
Manajemen terutama dalam organisasi public berperan dan berkenaan dengan proses bagaimana kegiatan yang telah di rancang oleh organisasi public dapat diimplementasikan secara efektif. Tentu saja, hal ini tidak terlepas dari pemimpin atau manajer. Dalam konteks ini, manajer berperan mengintegrasikan organisasi dan variable-variabel manusia ke dalam sebuah sistem sosioteknik yang efektif dan efisien.
Sistem sosioteknik merupakan suatu kondisi agar para pegawai bisa bekerja dengan baik, maka selain mematuhi aturan-aturan yang berlaku, pegawai juga butuh investasi social dan intelektual/ pengetahuan dalam berorganisasi.
Sementara itu, menurut Hendry Mintzberg dalam buku Manajemen prilaku Organisasi (Winardi), ada sepuluh macam peranan manjerial yakni :

A.  Peranan antar pribadi
            1. Peranan sebagai tokoh (melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial dan social,                     sebagai wakil organisasi yang bersangkutan)
2. Peranan sebagai pemimpin
3. Peranan sebagai penghubung (The Liason Role) terutama dengan pihak luar.
B. Peranan Informasional
1.  Peranan sebagai pihak penerima.
             2. Peranan sebagai penyebar berita atau informasi.
C. Peranan Keputusan
a.              Peranan sebagai wirausahawan.
b.              Peranan yang mengatasi gangguan-gangguan
c.              Peranan sebagai pihak yang mengalokasikan sumber-sumber daya.
  Pengertian Konflik Organisasi
Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis               konflik :
a) Konflik vertikal yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah, manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagaimana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerja organisasi, manajemen kompensasi dan karir.
b) Konflik Horisontal, yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkat hirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok, tentang alokasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya, dan pemasaran.
c)  Konflik di antara staf lini, yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan. Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran. Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar. Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas.


                                                                       BAB III
                                                   KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peran manajer dalam mengelola konflik  dalam suatu organisasi itu sangan penting diantaranya:
  1. Manajer sebagai mediator dalam memecahkan masalah
  2. Manajer sebagai konsultan terhadap bawahan
  3. Manajer sebagai motivator terhadap organisasinya
  4. Manajer mempunyai peran penting dalam pengambil keputusan
  5. Seorang manajer diharuskan bisa menguasai semua permasalahan dan dapat diselesaikan dengan musyawarah dan pemikiran yang baik sebelum memutuskannya.
Selain itu seorang manajer juga diharapkan bisa menjadi teman sekaligus sebagai orang tua dalam organisasi sehingga dengan keadaan seperti itu perkembangan organisasi bisa diciptakan dengan baik dan dapat mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi dalam organisasinya. Dan dari itu semua seorang manager bisa membawa perusahaan itu menjadi lebih maju dan lebih baik lagi dengan ketegasan dan sifat pemimpin yang berwibawa serta dibantu karyawan-karyawannya yang setia bekerja untuk perusahaan yang sedang dijalankannya.
B. Saran
Manajer seharusnya lebih bisa mengontrol apa saja yang dilakukan oleh anggotanya sehingga dengan begitu manajer secara langsung dapat mengetahui perkembangan yang sedang terjadi dan tidak dilepas begitu saja, selain itu Manajer juga seharusnya bisa membimbing dan mengarahkan dengan baik anggotanya sehingga organisasi yang dipimpinnya bisa berkembang dan menjadi lebih baik sesuai yang diharapkan.








DAFTAR PUSTAKA :
3.      http://afrizanraja.wordpress.com/2013/05/29/peran-manajer-dalam-perusahaan/



Senin, 01 Juli 2013

makalah kewirausahaan


MAKALAH WIRAUSAHA
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur bagi Allah SWT yang telah menolong hambanya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Karena tanpa pertolonga-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat lebih memahami tentang kewirausahaan. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah ini yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Terimakasih.


Penyusun,
i




DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………..…………………………………………..........…………..i
Daftar Isi ………………………......………………………………………………….............ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah .……………..……….…………….....
............................................ 1
Tujuan …………………..…….……………
.…………………...………..........……….….….2
Pembatasan Masalah……………………………………………………………..................2
Manfaat Penelitan……………..………………………………………………...........……..2
BAB II ISI
9 ASPEK DALAM BERWIRAUSAHA…………………………………..……......3
1.Peluang Usaha…………………………………………………………...........………...3
2.Pembiayaan……………………………………………………...........…………………...3
3.Pemasaraan……………………………………………………………………………......4
4.Kepemilikan……………………………………………………………………….............5
5.Sumber Daya Manusia………………………………………………………………........5
6.Organisasi………………………………………………………………………………....6
7.Kepemimpinan…………………………………………………………………….............7
8.Evaluasi Usaha....................................................................................................................7
9.Pengembangan Usaha........................................................................................................8
BAB III ISI
ANALISIS KEBERHASILAN...............................................................................................9

BAB III PENUTUP
Antisipasi masa Depan dan Kesimpulan…………….…….………………………..………...10


ii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.
Industri makanan merupakan industri yang paling prospektif di indonesia maupun di dunia. Karena suatu sifatnya yang ada kaitannya dengan urusan perut, maka industri makanan menjadi salah satu sektor yang takkan lekang dimakan waktu.
Pesatnya industri tersebut, belakangan terus menggairahkan minat pengusaha untuk menggarap bisnis makanan. Bukan hanya restoran dan kafe yang banyak bermunculan. Namun, bisnis rumahan seperti bisnis katering yang saat ini banyak bermunculan pun makin gencar bersaing di pasaran.
Karena tingginya tingkat kebutuhan, usaha ini menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.
Dengan perpaduan menjalankan hobi sekaligus mendapatkan keuntungan, bisnis ini
menjadi sangat menarik terutama bagi kaum hawa, yang memang biasanya lebih
concern pada urusan yang satu ini..
Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat menyebabkan kebutuhan
masyarakat Indonesia terhadap pangan semakin meningkat pula. Semakin meningkatnya
kebutuhan pangan tersebut.

1

A. Tujuan.
1. Sebagai contoh yang bisa ditiru apabila ingin menjalankan suatu usaha.
2. Kita dapat mengetahui bagaimana cara memulai usaha.
3. Untuk mengetahui peluang usaha.
4. mengetahui keuntungan dalam usaha tersebut.

B. Pembatasan Masalah.
Peneitian dibatasi pada kebutuhan pangan kebanyakan orang di Indonesia dan
intensitas kesibukan masyrakat di Indonesia.

C. Manfaat Penelitian.
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
bagaimana memulai usaha catering dengan benar.

2
BAB II
ISI

  1. PELUANG USAHA BARU.
Pertama memulai bisnis ini pada tahun 2008, Pak BONDY sangat di tentang oleh keluarga nya,namun hal ini tidak membuat Pak BONDY merasa sedih, beliau tetap semangat untuk membuka usaha tersebut,dan BELIAU memberikan kepercayaan kepada keluarga bahwa ia bisa menjalani usaha ini,sehingga membuat keluarga percaya bahwa BELIAU mampu membuka usaha nya hingga sampai saat ini.

Bisnis yang di jalani Pak Bondy saat ini di bidang kuliner yaitu menjual Ayam Kremes. Meskipun menu ini banyak kita jumpai di mana-mana,namun ada satu yang bisa membedakan menu ini dari menu yang lain nya yaitu terletak pada sambal nya yang sangat pedas,kremes yang sangat garing dan lalapannya yang masih segar untuk di makan.
Peluang usaha ini ia dapat dari melihat temannya yang usaha sama seperti ini juga,namun ia berfikir bahwa untuk membuka usaha kuliner harus mempunyai hal yang unik dan berbeda dari yang lain,agar orang tidak bosan melihat nya.

  1. PEMBIAYAAN
Pertama kali mendirikan usaha tersebut Pak BONDY memerlukan biaya sebesar Rp. 10.000.000,dan uang tersebut di peroleh dari pinjaman sang ayah. Uang itu ia pergunakan untuk membeli peralatan,perlengkapan,dan barang-barang lain yang diperlukan dalam usaha tersebut.
Setelah sebulan memulai usaha nya,Pak BONDY mendapatkan keutungan yang lumayan, sehingga keutungan tersebut ia berikan ke sang ayah sebagai pengembalian hutangnya yang dulu di pinjam nya untuk modal usaha.


3
3. PEMASARAN.
1.  Lingkungan Usaha
Di Jakarta jenis usaha di bidang makanan khususnya makanan memiliki peluang yang sangat menjajikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia,. Oleh karena itu Pak BONDY bertekad mengembangkan usaha kuliner, karena ditunjang dari banyaknya  peluang  dalam mengembagkan jenis usaha ini.

2.  Kondisi Pasar
Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk  yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi rasa sambal yang lebih enak, porsi yang lebih banyak, harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat dan higienis. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran.

3.  Rencana Pemasaran
Dengan usaha kuliner yang sudah memiliki pelanggan tetap, maka kami akan menambah pemasarannya dengan membuat brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya, sehingga akan ada banyak yang membantu untuk mengembangkan usaha ini.

4

4.KEPEMILIKAN.
Meskipun bangunan tempat berdiri usaha tersebut tidak begitu besar,namun ia sadar bahwa suatu saat nanti usaha nya dapat berkembang,sehingga selama membuka usaha ini pak Bondy membuat sistem kepemilikan, sistem kepemilikan tersebut di pegang oleh Pak BONDY. Agar tidak terjadi masalah di waktu yang akan datang,maka Pak BONDY membuat hak hukum kepemilikan usaha tersebut.

5.SUMBER DAYA MANUSIA.
Sumber daya manusia sangat di perlukan oleh Pak BONDY untuk memperlancar usahanya. Untuk saat ini Pak BONDY memperkerjakan 10 karyawan untuk 2 cabang.
Karyawan tersebut di tugaskan berbeda-beda oleh Pak BONDY, 2 karyawannya di bagian dapur (mengelola masakan dan menyajikan makanan), 2 karyawan lain di posisikan dibagian pembersih ( mencuci piring), dan sisa nya di bagian jasa pengantaraan pesanan.
Untuk sistem pembayaraan dipegang oleh sang istri.
Dalam setiap hari Pak BONDY memantau perkembangan usahanya.

5
6.ORGANISASI.
Dalam berwirausaha sistem organisasi sangat penting untuk mengatur
Segala sistem pengorganisasian.
Berikut adalah gambaran mengenai organisasi yang diterapkan:

KETUA
(Pak BONDY)
BENDAHARA
( IBU EEN(Istri))
KARYAWAN
Bagian Dapur Bagian Jasa Pengantaran
SAIFUL FAJAR RENDI AHMAD

6
7. KEPEMIMPINAN
Dalam hal ini,sistem kepemimpinan masih dipegang oleh Pak BONDY. Untuk waktu yang akan datang,Pak BONDY merencanakan akan memberikan warisan usaha ini kepada anak-anak nya.
Namun dengan syarat bahwa tidak boleh ada pihak lain yang mencapuri usaha nya tersebut,Karena Ia yakin bahwa tanpa ada campur tangan dari pihak luar,usaha nya tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tidak gulung tikar.

Menurut para karyawan nya,Pak BONDY adalah sosok pemimpin yang sangat rajin,berwibawa,cerdas dan teliti. Mesikupun ia sangat sibuk namun ia masih tetap meluangkan waktu untuk melihat perkembangan usaha nya,bahkan jika ia memiliki waktu luang di saat libur,dia terjun langsung dalam membuat menu nya ,bahkan ia tidak ragu untuk menayakan kepada para pelanggan nya apa saja yang masih harus di tambahkan dalam masakan tersebut. Karena baginya pelanggan adalah raja yang harus di hormati. Karena pendapat mereka lah yang membuat usaha ini semakin berkembang sampai saat ini.
8. EVALUASI USAHA.
Selama 5 tahun membuka usaha kuliner,hasil yang di dapat cukup lumayan. Mulai dari bangunan tempat usaha yang cukup luas,fasilitas yang mulai modern,hingga pelanggan yang makin bertambah.
Namun itu semua tidak membuat kepuasaan di hati pak Bondy,karena ia masih punya keinginan yang begitu banyak di pikiran nya.
Ia ingin sekali mengembangankan usaha kuliner ini ke daerah-daerah lain, karena banyak pelanggan yang memberikan masukan kepadanya bahwa tempat usaha ini masih sulit dijangkau,terutama buat para pelanggan yang di luar daerah. Maka untuk membuat hati pelanggan terpuaskan ia ingin sekali suatu saat nanti,untuk mengembakan usaha nya ke luar daerah.

                                                                                7
9. PENGEMBANGAN USAHA
1. KUALITAS : Dari awal usaha ini didirikan,Pak Bondy selalu membuat kualitas yang terbaik
untuk para pelanggan nya,agar ketika mereka menikmati kuliner ini memiliki
keistimewaan di hati pelanggan nya.
Dalam proses penyajian makanan,ia selalu melihat terlebih dahulu sajiannya
tersebut. Semua sajian yang di hidangkan untuk para pelanggannya benar-benar
higienis dan masih baru di buat. Ia tidak ini,merasa kecewa saat berada di sana.
Maka dari itu, ia siap menerima segala kritikkan para pelanggan, karena menurut
nya dengan menerima kritikkan tersebut ia bisa melihat apa saja yang di butukkan
para pelanggan nya.
2.KUANTITAS : Selain menu ini yang di pasarkan, namun ia mempunyai keinginan untuk
menambahkan jumlah produk yang ada di usahanya tersebut. Namun keinginan
tersebut belum bisa terlaksana di tahun ini, karena ia sedang mensurvei produk
apa yang sedang di lirik oleh konsumen.

                                                                                  8
BAB IV
ANALISIS KEBERHASILAN
  1. KEBUTUHAN POKOK
  1. Pangan
Kebutuhan yang satu ini, sangat lah di butuhkan oleh Pak Bondy dan keluarga.
Karena diperlukkan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi dahulu ia sangat sulit mendapatkan kebutuhan ini,karena ia masih belum bekerja dan belum memiliki penghasilan, namun untuk saat ini,kebutuhan tersebut sangat mudah di dapatkan.
  1. Papan
Selam 5 tahun ia mendirikan usaha kuliner ini, ia berhasil memiliki 2 unit rumah untuk tempat tingga ia dan keluraga nya. Sehinga ia tidak lagi menumpang oleh sang martua.
Karena ia sadar, bahwa sudah tidak pantas lagi ia bersama keluarganya menumpang .
Ia tidak mau merepotkan kehidupan sang mertua.

  1. Sandang
Kehidupan Pak Bondy yang dahulu hingga sekarang sangat lah berbeda. Masih teringat jelas dipikirannya saat ia menikahi Linda (sang istri),ia masih menumpang oleh sang martua. Namun ia tidak diem saja, ia berpikir bagaimana cara nya ia bisa membahagiakan keluarga tanpa ada campur tangan orang lain. Waktu itu ia sempat mendatangi usaha temannya,ia melihat dan bertanya-tanya kepada temannya tetang cara membuka usaha.
Setelah mendapat jawabannya,ia langsung mensurvei ke lapangan. Menurutnya bisnis kuliner sangat lah menggiurkan. Untuk itu ia membuka usaha kuliner ayam kremes.
Semenjak usahanya berkembang,berubahlah hidupnya.
Yang semula tidak memiliki apa. Namun sekarang ia berhasil mempunyai 2 unit rumah,1 unit mobil dan mempunyai sebidang tanah yang cukup luas.
  1. Kesehatan
Dari awal usaha itu didirikan hingga sekarang pak Bondy tidak menyediakan jamsesmas buat para karyawannya,namun sebagai manusia ia juga merasakan masalah kesehatan untuk para karyawannya. Ia akan membantu biaya kesehatan untuk karyawan nya benar-benar kurang mampu.
                                                                      9

  1. HUTANG DAN KARTU KREDIT
Pertama kali membuka usaha ia mengakui bahwa ia pernah berhutang(meminjam uang) kepada sang ayah sebagai modal awal.
Namun selama ini ia tidak pernah memakai kartu kredit sebagai modal dan juga tidak memakai dalam kehidupan sehari-hari.
Penghasilan yang ia dapat sampai saat ini murni dari hasil keuntungan yang di peroleh dari usahanya selama 5 tahun ini. Ia sadar bahwa dengan menggunakan kartu kredit akan membawa masalah dalam kehidupannya, karena ia tidak kuat dengan bunga yang semakin besar.
  1. MANFAAT UNTUK ORANG LAIN
Dengan membuka usaha ini,pak Bondy juga memikirkan manfaat yang akan di dapatkan oleh orang lain. Manfaat nya yaitu untuk membantu orang yang selama ini sibuk dalam kerjaan di kantor,di bengkel,dll, sehingga dapat membeli makanan di sini. Harga yang di tawarkan juga sangat terjangkau oleh kalangan manapun.
  1. GAYA HIDUP
Dalam kehidupan sehari-hari Bondy selalu meluangkan waktu untuk bersama-sama dengan keluarga nya di saat hari libur, ia beserta keluarga nya pun cukup mudah bergaul dengan tetangga. Penampilan berpakaian cukup sederhana, cara bertutur kata dengan orang pun sangat sopan,baik sedang berbicara dengan orang yang lebih tua maupun orang yang lebih muda darinya.
Meski hanya lulusan sekolah menengah atas, BUDI (50) berhasil menjadi pengusaha sukses Usaha Ayam Kremes yang sudah digelutinya selama 5 tahun ini mampu meraih omzet hingga Rp 50 juta per bulan. Dengan margin 30 persen, Bondy bisa menyisakan keuntungan sekitar Rp 15 juta per bulan. Meski sudah sukses, ia belum merasa puas. Penambahan cabang gerai baru di kota lain menjadi obsesinya ke depan. Bondy membuka usaha Ayam Kremes bersama istrinya, Sri Kasih (49), di Jalan Taman Sari x, jakarta barat. Toko berukuran 5 x 8 meter itu berdampingan dengan rumah tempat tinggalnya sekaligus lokasi produksi.Menurut Bondy, membuka usaha di bidang makanan awalnya tergolong sulit. Karena sudah banyak dikenal masyarakat, .Kalau tidak kuat, si pengusaha bisa saja memutuskan untuk berhenti.
Bagi saya, usaha butuh konsistensi. Meski awalnya tidak laku, saya harus terus berproduksi. Saya tidak boleh menyerah. Konsistensi juga faktor utama untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan,” paparnya.
                                                                        10

PENUTUP

A.  ANTISIPASI MASA DEPAN
Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami, agar para peminat dan konsumen puas atas kue yang kami buat. Karena apabila kualitas kue kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju, dan terancam bangkrut.
B. KESIMPULAN
Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.