menu button

text Berjalan

Blog Sartika Siahaan - 22 Years old - Gunadarma University

Jumat, 04 Juli 2014

Analisis Laporan Keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia



                                           ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
1.      Rasio Likuiditas
adalah rasio yang menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
      Rasio Likuiditas, terdiri dari :
a.       Current Ratio
b.      Acid Test Ratio(Ratio Solvency)
c.       Cash Ratio
d.      Working Capital To Total Asset Ratio

2.      Ratio Solvabilitas
adalah rasio untuk mengukur perbandingan dana yang di sediakan oleh pemiliknya dengan dana yang di pinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini di maksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang.
       Ratio Solvabilitas, terdiri dari :
a.       Total Debt to Equity Ratio(Rasio Hutang  terhadap Equitas)
b.      Total Debt to Asset Ratio(Ratio Hutang terhadap Harta
c.       Ratio Hutang Modal (Debt to Equity Ratio atau Ratio Leverage)

3.      Ratio Aktivitas
adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan semau sumber daya yang ada padanya. Ratio aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva.
      Ratio Aktivitas, terdiri dari :
a.       Total Asset turn over
b.      Working Capital
c.       Rasio Perputaran Aktiva Tetap
d.      Rasio Perputaran Persediaan.

4.      Ratio Probabilitas
adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, probabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang mengasilkan laba tersebut.
Ratio Probabilitas, terdiri dari :
a.       Gross Profit Marginal (Margin Laba Kotor).
b.      Net Profit Marginal (Margin Laba Bersih).
c.       Operating Profit Marginal.
d.      Return Of Asset
e.       Return Of Equity
f.       Rasio Perputaran Piutang
g.      Earning Per Share(EPS)
h.      Asset Turn Over atau Fixed Asset Turn Over












  
     Perhitungan:
1.      Rasio Likuiditas
a.      Current Rasio =  (Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar)

- Tahun 2013 =  ( Rp. 33.075.000.000 / Rp. 28.437.000.000) = 1,16
            analisis : Pada tahun 2013, current ratio PT Telekomunikasi,Tbk 1,16  yang       
                          diperoleh dengan perbandingan akiva lancar sebesar Rp 33.075.000.000
                          dengan hutang lancar sebesar Rp. 27.973.000. Hal ini berarti setiap Rp 1
                          hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 1,16
- Tahun 2012 = ( Rp. 27.973.000.000 / Rp. 24.107.000.000) = 1,16
             analisis : Pada tahun 2013, current ratio PT Telekomunikasi,Tbk 1,16 yang       
                           diperoleh dengan perbandingan akiva lancar sebesar Rp 27.973.000.000
                           dengan hutang lancar sebesar Rp. 24.107.000. Hal ini berarti setiap Rp 1
                            hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 1,16
      - Tahun 2011 = (Rp.21.258.000.000 / Rp. 22.189.000.000 ) * 100% = 0.95
              analisis: Pada tahun 2011, current ratio PT Telekomunikasi,Tbk 0.95  yang       
                           diperoleh dengan perbandingan akiva lancar sebesar Rp21.258.000.000
                           dengan hutang lancar sebesar Rp.22.189.000.000 Hal ini berarti setiap Rp 1
                            hutang lancar tidak dapat dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 0.91
                            Jadi pada tahun 2013 dan 2012 hutang lancar dapat dijamin oleh aktiva
                           lancar tetapi untuk tahun 2011 hutang lancar tidak dapat dijamin oleh aktiva.



b.      Acid Test Ratio atau quick ratio =( (aktiva lancar – persediaan) / hutang lancar)) * 100%

  -Tahun 2013=((Rp. 32.075.000.000 –509.000.000) / Rp. 28.437.000.000 ))*100%=1,11       
           analisis : Rata – rata industry tingkat liquidnya atau quick rasio adalah 0,5 sedangkan 
                          PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, tbk  1,11 maka keadaannya sangat
                          baik, karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi
                          persediaan.

 - Tahun 2012 = ((Rp.27.973.000.000 – 579.000.000) / Rp.24.107.000.000)) * 100%= 1,13
           analisis : Rata – rata industry tingkat liquidnya atau quick rasio adalah 0,5 sedangkan
                          PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, tbk 1,13 maka keadaannya sangat
                         baik, karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi
                         persediaan.
      - Tahun 2011 = ((Rp.21.258.000.000 – 758.000.000) / 22.189.000.000 )) * 100%= 0.94
           analisis : Rata – rata industry tingkat liquidnya atau quick rasio adalah 0,5 sedangkan
                          PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, tbk 0,94 maka keadaannya sangat
                          baik, karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun sudah dikurangi
                          persediaan.

c.       Cash Rasio = ( kas + equivalen cash ratio / kewajiban lancar ) * 100%

  - Tahun 2013 = ( Rp. 14.696.000.000 / Rp. 28.437.000.000 )  * 100% = 0,60 = 60%
             analisis : Pada tahun 2013, cash ratio Pt Telkom Tbk sebesar 60% yang diperoleh
                           dari perbandingan kas(bank)sebesar Rp14.696.000.000 dengan hutang lancar
                            sebesar Rp28.437.000.000. Hal ini berarti setiap Rp1 hutang lancar dapat
                          dijamin oleh cash asset sebesar Rp0.60
  - Tahun 2012 = ( Rp. 13.118.000.000 / Rp. 24.107.000.000 ) * 100% = 0,54 = 54%
          analisis : Pada tahun 2012, cash ratio Pt Telkom Tbk sebesar 54% yang diperoleh
                          dari perbandingan kas(bank) sebesar Rp13.118.000.000 dengan hutang lancar
                          sebesar Rp24.107.000.000. Hal ini berarti setiap Rp1 hutang lancar dapat
                          dijamin oleh cash asset sebesar Rp0.54
  - Tahun 2011 = ( Rp. 9.634.000.000 / Rp. 22.189.000.000 ) * 100% = 0,43 = 43%
             analisis : Pada tahun 2011, cash ratio Pt Telkom Tbk sebesar 43% yang diperoleh
                           dari perbandingan kas(bank) sebesar Rp9.634.000.000 dengan hutang lancar
                           sebesar Rp22.189.000.000. Hal ini berarti setiap Rp1 hutang lancar dapat
                          dijamin oleh cash asset sebesar Rp0.29
d.      Working Capital to Asset Ratio = (( aktiva lancar – persediaan ) / total aktiva ))  * 100%

  - Tahun 2013 = ((32.357.000.000 –509.000.000) / 127. 951.000.000))*100% =0,25 = 25%
           analisis : Pada tahun 2013 total working capital to asset ratio sebesar 25%

- Tahun 2012 = ((27.973.000.000 – 579.000.000) / 111.369.000.000 ))*100%= 0,24 = 24%
           analisis : Pada tahun 2012 total working capital to asset mengalami penurunan
                          sebesar 24% dari tahun 2013
     - Tahun 2011 = (( 21.258.000.000 –758.000.000) /103.054.000.000 ))*100% = 0,20 = 20%
          analisis :  Pada tahun 2011 total working capital mengalami penurunan sebesar 20%
                          dari tahun 2013 dan 2012

2.        Rasio Solvabilitas
a.      Total Debt to Equity Ratio ( Rasio Hutang terhadap Equitas )
        Rumus : ( Total hutang / equitas pemegang saham) * 100%
    - Tahun 2013 =  (50. 527. 000. 000 / 60. 542.000.000 ) * 100% = 0,83 =83%      
             analisis :  Perusahaan yang dibiayai oleh hutang 83% untuk tahun 2013
                             menunjukkan kreditor  menyediakan Rp. 83

            - Tahun 2012 = ( 44.391.000.000 / 51.541.000.000 ) * 100%  = 0,86 = 86%
                     analisis : Perusahaan yang dibiayai oleh hutang 86% untuk tahun 2012
                                    menunjukkan kreditor  menyediakan Rp. 86
            - Tahun 2011 = ( 42.073.000.000 / 47.510.000.000) * 100 % =  0,88 = 88%
                    analisis : Perusahaan yang dibiayai oleh hutang 88% untuk tahun 2011
                                    menunjukkan kreditor  menyediakan Rp. 88
b.              Total Debt to Asset ( Rasio Hutang terhadap Harta )
              Rumus : ( Total Hutang / Total aktiva ) * 100%

               - Tahun 2013 = ( 50. 527.000.000 / 127. 951.000.000 ) * 100%  = 0,39 = 38%
             analisis :  Pendanaan perusahaan dibiaya oleh hutang utuk tahun 2013 artinya
                             bahwa setiap Rp. 100, pendanaan perusahaan Rp. 39  dibiaya dengan
                             hutang dan Rp. 61 disediakan oleh pemegang saham.

               - Tahun 2012 = ( 44.391.000.000 / 111. 369. 000.000 ) * 100% = 0,40 = 39%
               analisis :  Pendanaan perusahaan dibiaya oleh hutang utuk tahun 2012 artinya
                               bahwa setiap Rp. 100, pendanaan perusahaan Rp. 40 dibiaya dengan
                               hutang dan Rp. 60 disediakan oleh pemegang saham.

               - Tahun 2011 = ( 42. 073. 000. 000 / 103. 054.000.000 ) * 100% = 0,41 = 40%
              analisis :  Pendanaan perusahaan dibiaya oleh hutang utuk tahun 2012 artinya
                              bahwa setiap Rp. 100, pendanaan perusahaan Rp. 41  dibiaya dengan
                              hutang dan Rp. 59 disediakan oleh pemegang saham.

c.       Ratio Hutang Modal (Debt to Equity Ratio atau Ratio Leverage)
Rumus:  ( Total Hutang / Total Modal )
         - Tahun 2013 = ( Rp.50.527.000.000 / Rp. 77.424.000.000 ) = 0,65 = 65%
               analisis: Pada tahun 2013, ratio hutang modal sebesar 65% yang diperoleh dari
                             perbandingan total hutang sebesar Rp. 50.527.000.000 dengan
                             penjualan sebesar Rp77.424.000.000 .Ini berarti perusahaan baru bisa
                             menutupi hutang sebesar Rp 00.65%

        - Tahun 2012 = ( Rp. 44.391.000.000 / Rp. 66.978.000.000 ) = 0,66 = 66%
                analisis: Pada tahun 2012, ratio hutang modal sebesar 66% yang diperoleh dari
                              perbandingan total hutang sebesar Rp. 44.391.000.000 dengan
                              penjualan sebesar Rp66.978.000.000 .Ini berarti perusahaan baru bisa
                              menutupi hutang sebesar Rp 00.66%

        - Tahun 2011 = ( Rp. 42.073.000.000 / Rp. 60.981.000.000 ) = 0,68 =  68%                                      
               analisis: Pada tahun 2011, ratio hutang modal sebesar 68% yang diperoleh dari
                             perbandingan total hutang sebesar Rp. 42.073.000.000 dengan
                             penjualan sebesar Rp60.981.000.000 .Ini berarti perusahaan baru bisa
                             menutupi hutang sebesar Rp 00.68%

d.      Times Interest Earned / Coverage Ratio (Rasio Penutupan)
Rumus :  Laba Bersih Sebelum Bunga dan Pajak
                                   Beban Bunga
        - Tahun 2013 = ( Rp. 27.149.000.000 / Rp. 1.504.000.000) = 18,05 = 1805%
               analisis : Pada tahun 2010 ratio coverage PT Telkom Tbk yakni sebesar
                              1805% yang diperoleh dari perbandingan laba bersih sebelum bunga
                             dan pajak sebesar Rp27.149.000.000 dengan beban bunga sebesar
                              Rp1.504.000.000

               - Tahun 2012 = ( Rp.24.228.000.000 / Rp. 2.055.000.000 ) = 11,78 = 1178%
               anlisis  : Pada tahun 2010 ratio coverage PT Telkom Tbk yakni sebesar 1274%
                             yang diperoleh dari perbandingan laba bersih sebelum bunga dan
                             pajak sebesar Rp24.228.000.000 dengan beban bunga sebesar
                             Rp2.055.000.000
       - Tahun 2011 = ( Rp. 20.857.000.000 / Rp. 1.637.000.000 ) = 12,74 = 1274%
             analisis : Pada tahun 2010 ratio coverage PT Telkom Tbk yakni sebesar 1274%
                             yang diperoleh dari perbandingan laba bersih sebelum bunga dan
                            pajak sebesar Rp20.5871.000 dengan beban bunga sebesar
                            Rp1.637.000.000


3.        Rasio Probabilitas
      
a.      Gross Profit Marginal ( Margin Laba Kotor)
      Rumus : ( Laba Kotor / Penjualan ) * 100%

   -  Tahun 2013 = ( Rp. 27.846.000.000 / Rp. 82.967.000.000 ) * 100%  = 0,33                                            
             analisis : Pada tahun 2013 gross profit marginal PT. Telekomunikasi sebesar
                            0,33 atau 33%.
    - Tahun 2012 = ( Rp. 25.698.000.000 / Rp. 77.143.000.000 ) * 100% = 0,33                                                    
        analisis : Pada tahun 2012 gross profit marginal persentase nya tetap dari tahun
                      2013 sampai 2012 sebesar ,033 atau 33%
     - Tahun 2011 = ( Rp. 49.970.000.000 / Rp. 71.253.000.000  ) * 100% = 0,70
        analisis : Pada tahun 2011 gross profit marginal mengalami peningkatan sebesar
                      0,70 atau 70 % dibandingkan pada tahun 2013 dan 2012

b.      Net Profit Marginal ( Margin Laba Bersih )
       Rumus : ( Laba Setelah Pajak / Total aktiva ) * 100%

     - Tahun 2013 = ( 14.205.000.000 / 127.951.000.000 ) * 100% = 11,1
                           analisis : Pada tahun 2013 Net Profit Marginal sebesar 11,1.

                    - Tahun 2012 = ( 12.850.000.000 / 111.369.000.000) * 100% = 11,5
                       analisis : Pada tahun 2012 Net Profit Marginal mengalami peningkatan sebesar
                                      11,5 di bandingkan dengan tahun 2013.

                   - Tahun 2011 = ( 10.965.000.000 / 103.054.000.000 ) * 100% = 10,6
                        analisis : Pada tahun 21011 Net Pofit marginal mengalami peningkatan sebesar
                                       11,6 dibandingkan dengan tahun 2013 dan 2012.






c.       Operating Profit Margin
    Rumus : ( Laba Usaha / Penjualan Bersih ) * 100%

   - Tahun 2013 = ( Rp. 27.846.000.000 / Rp. 82.967.000.000 ) * 100%  = 0,33
              analisis : Pada tahun 2013 Operating Profit Margin sebesar 0,33 atau 33%
                            tidak mengalami perubahan (tetap) dari tahun 2012.
   - Tahun 2012 = ( Rp. 25.698.000.000 / Rp. 77.143.000.000 ) * 100% = 0,33
               analisis : Pada tahun 2012 Operating Profit Margin sebesar 0,33 atau 33%,
                             pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2011,
 - Tahun 2011 = ( Rp. 49.970.000.000 / Rp. 71.253.000.000  ) * 100% = 0,70
            analisis : Pada tahun 2011 Operating Profit Margin sebesar 0,70 atau
                          70%,tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 dan 2012.

d.      Return Of Asset
    Rumus : ( Laba Bersih Setelah Pajak / Total Aktiva ) * 100%

    - Tahun 2013 = ( Rp.14.205.000.000 / Rp. 127.951.000.000 ) * 100% = 11,1
                          analisis : pengembalian aset menurun dari tahun 2012 ke tahun
                                      2012.pengembalian pada tahun 2013 sebesar 11,1 % sangatlah rendah
                                     dibandingkan dengan tahun 2012sebesar 11,5 %.
                   - Tahun 2012 = ( Rp. 12.850.000.000 / Rp. 111.369.000.000) * 100% = 11,5
                        analisis : Pengembalian asset tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 11,5
                                      % ,jika dibandingkan dengan tahun 2011 sangatlah berbeda.

                   - Tahun 2011 = ( Rp. 10.965.000.000 / Rp. 103.054.000.000 ) * 100% = 10,6
                        analisis : Pengembalian aset tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 10,6%
                                       dari tahun 2013 dan 2012.


e.       Return Of  Equity
        Rumus : ( Laba Bersih Setelah Pajak / equitas pemegang saham ) * 100%
  
    - Tahun 2013 = ( 14.205.000.000 / 60.542.000.000 ) * 100% = 23,5
                          analisis : tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham mengalami
                                         penurunan dari tahun 2012 ke tahun 2013.Pengembalian pada tahun
                                        2013 sebesar 23,5% sangatlah rendah dibandingkan dengan tahun
                                        2012 sebesar 24,9%.
   - Tahun 2012 = ( 12.850.000.000 / 51.541.000.000 ) * 100% = 24,9
                         analisis : Tingkat pengembalian atas ekuitas pemegang saham mengalami
                                        peningkatan dari tahun 2011 ke tahun 2012.Pengembalian pada
                                        tahun 2012 sebesar 24,9 % sangatlah tinggi dibandingkan dengan
                                       tahun 2011 sebesar 23,1 %.
  -  Tahun 2011 = ( 10.965.000.000 / 47.510.000.000 ) * 100% = 23,1
               analisis : Tingkat pengembalian atas equitas pemegang saham pada tahun
                             2011 sebesar 23,1 %

f.        Fixed Asset Turn Over
       Rumus : ( Penjualan / Aktiva Tetap )

    - Tahun 2013 = ( Rp. 82.967.000.000 / Rp. 94.876.000.000 ) = 0,87
              analisis : Pada tahun 2013 Fixed asset turn over mengalami penurunan
                            sebesar 0,87 dibandingkan tahun 2012.
    - Tahun 2012 = ( Rp. 77.143.000.000 / Rp. 83.396.000.000 ) = 0,92
               analisis : Pada tahun 2012 fixed asset turn over mengalami peningkatan
                             sebesar 0,92 dibandingkan tahun 2011.
    - Tahun 2011 = ( Rp. 71.253.000.000 / Rp. 81.796.000.000 ) = 0,87
                 analisis : Pada tahun 2011 fixed asset turn over sebesar 0,87.
  
4.    Rasio Aktivitas
    
a.      Total Asset turn over
     Rumus : ( Penjualan / Total Aktiva )

    - Tahun 2013 = ( Rp. 82.967.000.000 / Rp. 127.951.000.000 ) = 0,65
                     analisis : perputaran aset menunjukkan bahwa pada tahun 2013 PT Telkom
                                 menghasilkan perputaran aset sebesar 0,65 kali . Jadi, perputaran aset
                              mengalami penurunan dibandingkan dengan pada tahun 2012 sebesar  0,69
    - Tahun 2012= ( Rp. 77.143.000.000 / Rp. 111.369.000.000 ) = 0,69
              analisis : Perputaran asset pada tahun 2012 tidak mengalami peningkatan (tetap)
                            dari  tahun 2011 sebesar 0,69
    - Tahun 2011 = ( Rp. 71.253.000.000 / Rp. 103.054.000.000 ) = 0,69
               analisis : Perputaran asset tahun 2011 sebesar 0,69

b.      Rasio Perputaran Aktiva Tetap

     Rumus : ( Penjualan / Aktiva Tetap )

       - Tahun 2013= ( Rp. 82.967.000.000 / Rp. 94.876.000.000 ) = 0,87
             analisis : Pada tahun 2013 perputaran piutang mengalami penurunan sebesar 0,87
                          dibandingkan tahun 2013

       - Tahun 2012 = ( Rp. 77.143.000.000 / Rp. 83.396.000.000 ) = 0,92
             analisis : Perputaran piutang pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar
                           0,92 dibandingkan tahun 2011

       - Tahun 2011 = ( Rp. 71.253.000.000 / Rp. 81.796.000.000) = 0,87                                                              
             analisis : Perputaran piutang pada tahun 2011 sebesar 0,87, pada tahun ini
                           perputaran piutang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2012


c.       Rasio Perputaran Persediaan.
                          
             Rumus  : (  HPP / Rata – rata Persediaan ) atau ( Penjualan / Persediaan )
                               Periode perputaran : ( 365hari / perputaran persediaan )
        - Tahun 2013 : Perputaran persediaan  ( Rp. 82.967.000.000 /  509.000.000 ) =163 kali
                         Periode Persediaan ( 365 hai / 163 ) = 2,24
                  analisis : Analisis perputaran persediaan mengalami kenaikan.Tahun 2013 sebesar
                                163  kali dengan periode perputaran 2,24 hari dan tahun 2012  sebesar
                                133  kali dengan periode perputaran 2,74  hari. Jadi,semakin kecil nilai
                                perputaran persediaan maka semakin lama periode perputaran persediaan.
     - Tahun 2012 : Perputaran Persediaan ( Rp. 77.143.000.000 /  579.000.000 ) = 133 kali
                        Periode Persediaan = (365 hari / 133 ) = 2,74 hari
             analisis : perputaran persediaan  mengalami kenaikan.Tahun 2012 sebesar 133 kali
                            dengan periode perputaran 2,74 hari dan tahun 2011 sebesar 94  kali dengan
                            periode perputaran 3,88 hari. Jadi,semakin besar nilai perputaran persediaan
                            maka semakin cepat periode perputaran persediaan.
- Tahun 2011 : Perputaran Persediaan ( Rp. 71.253.000.000 /   758.000.000 ) = 94 kali
                        Periode Persediaan ( 365 hari / 94 ) = 3,88
             analisis : perputaran persediaan  mengalami penurunan pada Tahun 2011sebesar 94
                           kali dengan periode perputaran 3,88  hari. Jadi,semakin besar kecil
                           perputaran persediaan maka semakin cepat periode perputaran persediaan.


GRAFIK :
Rasio Likuiditas

Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Current Ratio ,yaitu :
1.      kas pada tahun 2013 dan 2012 nilai nya masih tetap tidak mengalami penurunan, dikarnakan perusahaann tidak mendapatkan pemasukan dari pihak ekstern, sedangkan
pada tahun 2011 kas perusahaan mengalami penurunan, dikarnakan perusahaan membayar biaya pada pihak ekstern.
2.      Pada setiap tahun perusahaan membayar hutang pada pihak ekstern, contohnya: utang usaha(kepada pihak berelasi dan pihak ketiga), utang lain-lain, utang pajak, utang deviden, dan biaya yang masih harus dibayar. Pada tiap tahun nilai hutang terus bertambah.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Acid Test Ratio ,yaitu :
1.      kas perusahaan pada tiap tahun mengalami penurunan, dikarnakan perusahaan harus membayar sebagian hutangnya kepada pihak eksternal.
2.      Pesediaan di perusahan tiap tahunnya masih tersisa, sehingga mengurangi kas perusahaan.



Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Cash Ratio ,yaitu :
1.      Tingkat equivalen cash ratio mengalami kenaikan, karena pihak pihak eksternal menanamkan modal nya ke perusahaan.
2.      Tiap tahunnya tingkat hutang pada perusahaan terus bertambah, sehingga cash rasio mengalami penurunan pada tiap tahun.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnyaWorking Capital to Asset Ratio ,yaitu :
1.      Total asset lancar pada perusahaan tiap tahunnya mengalami peningkatan dikarnakan jumlah persediaaan yang ada di perusahaan tiap tahun nya berkurang, sehingga asset lancar nilai terus bertambah.
2.      kewajiban perusahaan dalam membayar hutang tiap tahunnya berkurang, dikarnakan kas perusahaan masih mencukupi untuk membayar hutang tersebut.


GRAFIK :
Rasio Solvabilitas


Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Total Debt to Asset ,yaitu :
        Disebabkan karena perusahaan membiayai aktivanya dalam bentuk utang luar negeri sehingga ketika rupiah terdepresiasi, nilai utang menjadi lebih besar sebagai akibat besarnya selisih kurs.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Total Debt to Equity,yaitu :
1.      Total hutang lebih kecil dibandingkan equitas pemegang saham, sehingga perusahaan masih sanggup membayar hutang.
2.      besar equitas pemegang saham, ini berarti piak eksternal masih mempercayai bahwa perusahaan ini masih dapat di percaya.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Times Interest Earned,yaitu :
1.      Beban bunga tiap tahun nya mengalami penurunan karena telah dibayar oleh perusahaan.
2.      Laba bersih berkurang akibat pembayaran bunga dan paajak tiap tahunnya.

GRAFIK :
RASIO PROBABILITAS


Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Net Profit Marginal ,yaitu
1.      biaya bunga meningkat secara signifikan karena besarnya selisih kurs sehingga mengakibatkan total biaya yang terlalu tinggi pada tingkat penjualan tertentu. Akibatnya laba bersih yang diperoleh dari tingkat penjualan tertentu secara signifikan juga menurun.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Gross Profit Marginal ,yaitu:
1.      Penjualan atau pendapatan tiap tahunnya mengalami peningkatan dikarenakan perusahaan kas nya selalu bertambah.
2.      Laba kotor lebih kecil dari penjualan sehingga gross profit marginal mengalami penurunan tiap tahun.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya ROA ,yaitu:
1.      laba bersih menurun secara signifikan karena melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya biaya bunga sehingga return on assets menurun secara signifikan.
2.      Laba bersih lebih kecil dari penjualan, sehingga hasil dari ROA tiap tahunnya mengalami penurunan.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya ROE,yaitu:
1.      laba bersih menurun secara signifikan karena melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya biaya bunga sehingga return on assets menurun secara signifikan.
2.      Laba bersih lebih kecil dari equitas pemegang sham sehingga hasil ROE tiap tahunnya mengalami penurunan.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Fixed Asset Turn Over yaitu:
1.      Penjualan mengalami kenaikkan tiap tahunnya, dikarenakan adanya pemasukkan yang diterima oleh perusahaan dari pemegang saham.
2.      Aktiva tetap lebih besar dari aktiva lancar, dikarenakan aktiva tetap nilainya sering berubah akibat adanya penjualan, sehingga nilainya terus meningkat.
3.      Penjualan lebih kecil dari aktiva tetap, hal ini dapat mengurangi fixed asset turn over tiap tahunnya.


GRAFIK :
RASIO AKTIVITAS

Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Rasio Perputaran Persediaan ,yaitu:
1.      Persediaan tiap tahunnya mengalami penurunan dikarena telah habis di jual.
2.      HPP perusahaan mengalami peningkatan tiap tahun.
Faktor – faktor yang eksternal yang mempengaruhi naik turunnya Rasio Perputaran Aktiva Tetap ,yaitu:
1.      Jumlah dari rasio aktiva tetap tiap tahun nya mengalami perubahan, dikarenakan aktiva tetap lebih besar dibandingkan dengan penjualan.
2.      Pendapatan atau penjualan di dapat dari pemegang saham.


                                                                  -------- End --------


 
 






3 komentar:

  1. Terima kasih ya untuk artikelnya,

    BalasHapus
  2. numpang save. ini saling berkaitan bukan ka? klau nyari rasio aktivitas nya aja apa harus ngitung rasio yang lain dulu?

    BalasHapus
  3. Kak mau tanya,yng acis rasio kok bisa 32075 dapet dri mana

    BalasHapus