menu button

text Berjalan

Blog Sartika Siahaan - 22 Years old - Gunadarma University

Kamis, 03 Januari 2013

NORMALISASI

NORMALISASI
                                                                       





DI SUSUN OLEH        :



HILDA PRATIWI                                                        43211382
ICKHWANUL  IKSAN                                               43211453
MIRA SERLA                                                              4211497
MOHAMAD RIFAI TS BULLAH                            44211567
NELA INDAH PRATIWI                                           45211123
REZA SYAEFULLAH                                                 46211065
SYIFA RAGUSTIA                                                     48211267

                                                         UNIVERSITAS GUNADARMA
                                                                     D3 AKUNTANSI












                                                                    DAFTAR ISI
Kata pengantar               ………………………………………………….. i

Pendahuluan             :
⦁    Latra belakang         ………………………………………………….. 1


Pembahasan             :
⦁    Definisi                    …………………………………………………… 2
⦁    Proses                      …………………………………………………... 3
⦁    Tahap                      …………………………………………………… 4

Kesimpulan                   …………………………………………………… ii

Kata penutup                 …………………………………………………… iii

Referensi                        …………………………………………………… iv












                                                               KATA PENGANTAR
      Puji syukur kehadirat tuhan yang maha ESA yang telah memberi rahmat serta karunia-NYA kepada kami sehingga kami dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.


     Makalah ini berisi tentang NORMALISASI yang menjelaskan tentang suatu proses untuk mengubah suatu tabel yang memiliki  masalah tertentu  ke dalam dua buah tabel atau lebih.


Yang insya ALLAH makalah ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat kepada kita semua.
Dan mungkin makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga kritik dan saran yang dapat menyempurnakan makalah ini yang kami harapkan.


   Akhir kata kami ucapkan terimakasih semoga ALLAH SWT member segala berkahnya kepada kami, Amin.







                                                                                   i










                                                                 PENDAHULUAN



⦁    LATAR BELAKANG


    Normalisasi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi tabel kelompok atribut yang memiliki ketergantungan sangat tinggi antara satu atribut dengan aribut lainnya.
Normalisasi bisa di sebut juga sebagai proses pengolompokan atribut-atribut dari suatu relasi sehingga membentuk “Well Stuructured Relation”.



                                                                             1


 1. Definisi
    Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki/membangun data dengan model data relasional dan secara umum lebih tepat di koneksikan dengan data model logikal
Normalisasi adalah proses pengelompokan data ke dalam bentuk tabel atau relasi atau file untuk menyatakan entitas dan hubungan mereka, sehingga terwujud satu bentuk basis data yang mudah untuk di modifikasi
    Normalisasi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi tabel kelompok atribut yang memiliki ketergantungan sangat tinggi antara satu atribut dengan aribut lainnya.
Normalisasi bisa di sebut juga sebagai proses pengolompokan atribut-atribut dari suatu relasi sehingga membentuk “Well Stuructured Relation”.

    Well Stuructured Relation adalah sebuah relasi yang kerangkapan datanya sedikit (Minimum Amount Of Redudancy), serta memberikan kemungkinan bagi pemakai untuk melakukan  insert, Delete, Modify terhadap baris-baris data pada relasi tersebu,yang tidak berakibat terjadinya error atau inconsistency data yang disebabkan oleh operasi-operasiyang di berikan oleh pemakai.



                                                                              2


 2. Proses




    Teknik normalisasi adalah proses pengelompokan data element menjadi tabel-tabel yang entity dan relasi.

Peoses pembentukan tabel normal penuh (normalisasi)bertujuan untuk:
 Membuat sekecil mungkin terjadinya data rangkap
1. Menghindari data yang tidak konstan terutama bila dilakukan penambahan dan penghapusan data sebagai akibat adanya data rangkap
2. Menjamin bahwa identitas tabel secara tunggal sebagai determinan semua atribut
Proses normalisasi juga digunakan pada beberapa operasi yang berhubungan dengan data record yaitu
a. Operasi penambahan (insert)
b. Operasi penghapusan (delete)
c. Operasi pengubahan (update)
d. Operasi pembacaan data
    Apabila terjadi kesulitan saat proses data maka tabel-tabel di pecahkan menjadi beberapa tabel yang merupakan hasil pengolompokan data berdasarkan entiti masing-masing.
Syarat dalam melakukan normaliasi
a. Adanya field (attribute kunci)
b. Berdasarkan kepada ketergantungan fungsi


                                                                                        

3
 


3. Tahapan



    Proses noramalisasi secara umum di bagi dalam 5 tahap sehingga di kenal bentuk-bentuk tabel normal sesuai dengan tahapan normalisasi yang telah dilakukan yaitu bentuk normal pertama, Kedua, ketiga, keempat,dan  kelima
1. Bentuk tidak normal

    Bentuk tidak normal adalah kumpulan data yang tidak disimpan tidak mempunyai format tertentu, data disimpan apa adanya sesuai masukan yang di peroleh.
Dalam bentuk ini data mungkin saja tidak lengkap tidak konsisten / terduplikasi

2. Bentuk normal ke1 (1NF=first normalized form)

    Bentuk normal ke pertama dicapai apabila setiap nilai atribut adalah tunggal
Ciri-cirinya
a. File dibentuk dalam bentuk flat file
b. Fieldnya berupa atomic value yang artinya data tidak bisa dipecahkan ke bentuk        yang lebih kecil
c. Tidak ada file yang sama
d. Setiap fieldnya mempunyai satu pengertian


                                                                               4

 
 3. Bentuk normal ke-2(2NF=second normalized form)
    Bentuk normal ke-2 dicapai apabila atribute yang di jadikan identitas benar-benar sebagai deterniman dari semua atribute
Syarat-syaratnya
a. Bentuk ke-2 di capai jika tabel sudah membentuk normal ke-1
b. Atribut bukan kunci harus bergantung secara fungsi pada kunci pertama
c. Menentukan field-field kunci-kunci bisa berupa primary key, kandidat key, dll

4. Bentuk normal ke-3 (3NF=third normalized form)

    Bentuk normal ke-3 adalah bentuk normal ke-2 tanpa terjadi adanya ketergantungan transitif determinan.
Syarat-syarat
a. Tabel sudah harus berbentuk normal ke-2
b. Atribut bukan primer tidak tergantung secara transitif determinan terhadap kunci primernya





                                                                              5


 CONTOH KASUS
1) diberikan tabel mahasiswa di bawah ini akan dilakukan normalisasi sampai bentuk normal ketiga




Perhatikan bahwa tabel di atas sudah dalam bentuk normal ke-1(1NF)

2) Bentuk norma kedua (2NF)





                                                                                6



Belum memenuhi kriteria 3NF, karena atribut non-key nilai dan bobot masih memiliki ketergantungan fungsional


3) Bentuk normal ke-tiga (3NF)




                                                                                  7


KESIMPULAN


    Teknik normalisasi adalah proses pengelompokan data element menjadi tabel-tabel yang entity dan relasi.

    Peoses pembentukan tabel normal penuh (normalisasi)bertujuan untuk:
 Membuat sekecil mungkin terjadinya data rangkap
1. Menghindari data yang tidak konstan terutama bila dilakukan penambahan dan penghapusan data sebagai akibat adanya data rangkap
2. Menjamin bahwa identitas tabel secara tunggal sebagai determinan semua atribut
Proses normalisasi juga digunakan pada beberapa operasi yang berhubungan dengan data record yaitu
a. Operasi penambahan (insert)
b. Operasi penghapusan (delete)
c. Operasi pengubahan (update)
d. Operasi pembacaan data
    Apabila terjadi kesulitan saat proses data maka tabel-tabel di pecahkan menjadi beberapa tabel yang merupakan hasil pengolompokan data berdasarkan entiti masing-masing.
Syarat dalam melakukan normaliasi
a. Adanya field (attribute kunci)
b. Berdasarkan kepada ketergantungan fungsi




                                                                                 ii




KATA PENUTUP


Demekian pembahasan mengenai makalah ini, yang mana di balik ini semua masih banyak kelemahan dan kekurangan.
Dengan ini kami mengharapkan pengertian dari para pembaca yang budiman untuk dapat memberi saran yang berkaitan dengan pokok pembahasan mengenai materi ini.
 Semoga di kemudian hari kami dapat dan lebih menyempurnakan makalah ini dengan baik, dan tentunya dapat berguna bagi penulis dan pembaca makalah ini.




                                                                                 iii

  REFERENSI
www.google.com
Kadir, Abdul. (2003). Pengenalan Sistem Informasi. Penerbit Andi. Yogyakarta
Simarmata, Janner. (2007). Perancangan Basisdata. Penerbit Andi. Yogyakarta


http://nelaindahpratiwi.blogspot.com


                                                                               iv

LINGKUNGAN BASIS DATA

TUGAS PENGANTAR BASIS DATA
LINGKUNGAN BASIS DATA
Disusun oleh             : Kelompok 6
Nama                        :
Annisa Rachmawati               40211970
Hetty Herawati                      43211371
Fahri Afrian                            42211593
M.Lugy Lantogi                      44211901
Raihan Amiruddin                  45211800
Heris Priyantono                    43211336
KELAS          : 2DA01
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan tugas kami yang berjudul Lingkungan Basis Data.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam segala aspek, sehingga tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tugas ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya tugas ini.
Semoga tugas ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Depok, 20 Oktober 2012
                                                                                                                    Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Nama Kelompok ………………………………………………………………………………………………………. i
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………………………….. ii
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ……………………………………………………………………………………………… 1
1.2. Tujuan …………………………………………………………………………………………………………..1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Arsitektur Basis Data ……………………………………………………………………………….2
2.2. Bahasa yang Digunakan dalam DBMS…………………………………………………………….5
2.3. Model Data………………………………………………………………………………………………….5
2.4. Arsitektur DBMS…………………………………………………………………………………………7
BAB III KESIMPULAN ……………………………………………………………………………………………11
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………….12
BAB I
PENDAHULUAN
 A .Latar Belakang
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dan mengambil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data.
B .Tujuan
Untuk Memahami masalah-masalah operasional yang ada dalam pendekatan file datar terhadap manajemen data,yang melahirkan konsep basis data. Memahami relasi di antara elemen-elemen yangmembentuk lingkungan basis data.Memahami relasi di anomali- anomali yang disebabkan oleh basis yang tidak dinormalisasi dan kebutuhan akan normalisasi basis data. Mengetahui tahap-tahap dalam desain basis data, termasuk identifikasi konseptual, pemodelan data, kontruksi basis data fisik, dan penyiapan pandangan pengguna. Mengetahui fitur-fitur operasional dari basis data terdistribusi dan mengenal isu-isu yang perlu diperhatikan dalam memutuskan konfigurasi basis data tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Arsitektur Basis Data
Arsitektur Basis Data adalah suatu kumpulan data yang tersimpan secara sistematik dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data tersebut.Arsitektur ini juga berfungsi memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data
Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1.     Tingkat Eksternal (Eksternal Level)
2.     Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
3.     Tingkat Internal (Internal Level)
Berikut pengertian dari masing-masing tingkatan:
1.     Tingkat Eksternal (Ekternal Level)
Berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari sisi setiap user. View level adalah level user, yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau Database Administrator (DBA). (programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C, COBOL, atau PL/I), (end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi basis data yang didefinisikan sebagai sebuah skema eksternal.)
2.     Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
Yang menghubungkan antara internal & external level. Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung oleh basis data.
Tingkatan level ini dilihat dari cara user dalam memahami atau mengetahui data.
3.     Tingkat Internal (Internal Level)
Berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical storage). Internal level adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah skema internal.
Berikut contoh gambarnya:

Tingkat Eksternal (External Level) :
Cobol
01 PEG_REC.
02 PEG_NO PIC X(6).
02 DEPT_NO PIC X(4).
02 GAJI PIC 9(6).
Tingkat Konseptual (Conceptual Level) :
PEGAWAI
NOMOR_PEGAWAI    CHARACTER 6
NOMOR_DEPT              CHARACTER 4
GAJI                                  NUMERIC 6
Tingkat Internal (Internal Level) :
FILE_PEGAWAI       LENGTH = 22
PREFIX                         TYPE = BYTE (6), OFFSET = 0
EMP#                            TYPE = BYTE (6), OFFSET = 6, INDEX = EMPX
DEPT#                           TYPE = BYTE (4), OFFSET = 12
PAY                               TYPE = FULLWORD, OFFSET = 16
b.     Bahasa yang Digunakan dalam DBMS
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
c.      Model Data
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.
1. Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
- entity-relationship
- semantic
- functional
- object-oriented
2. Model Data Berbasis Record
Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :
- model data relasional (relational)
Nama Alamat Praktek Nilai
Ani Depok Timur Agama A
Budi Bogor Raya Biologi A+
Citra Bekasi Barat Kimia B
- model data hierarkhi (hierarchical)

- model data jaringan (network)




Model data jaringan dikenal sebagai STRUKTUR PLEX
d.     Arsitektur DBMS
Teleprocessing
Arsitektur tradisional untuk sistem multi user adalah teleprocessing, dimana satu komputer dengan sebuah CPU dan sejumlah terminal seperti pada gambar 4.
File-Server
Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Network). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS. Meskipun aplikasi dan DBMS dijalankan pada masing-masing workstation tetapi tetap meminta file dari file server jika diperlukan (perhatikan gambar 5).
Kerugian arsitektur file-server adalah :
- Terdapat lalulintas jaringan yang besar
-          Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS
-          Kontrol terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi       lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secara       bersamaan.
Client Server
Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem.
Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
* Memungkinkan akses basis data yang besar
* Menaikkan kinerja
* Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
*  Biaya untuk hardware dapat dikurangi.
*  Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data.
*  Biaya komunikasi berkurang.
*  Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan.
*  Meningkatkan kekonsistenan
*  Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga        batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
*  Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami
Berikut ini adalah fungsi dari client dan server

Gambar 1. Arsitektur Teleprocessing
Gambar 2. Arsitektur File Server
Gambar 3. Arsitektur Client Server
BAB III
KESIMPULAN
Arsitektur Basis Data adalah suatu kumpulan data yang tersimpan secara sistematik dimana user dapat melihat data dan bagaimana cara user melihat data tersebut.Arsitektur ini juga berfungsi memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.
Arsitektur Basis Data dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
4.     Tingkat Eksternal (Eksternal Level)
5.     Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
6.     Tingkat Internal (Internal Level)
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Model data dibagi menjadi dua, yaitu:
1.     Model data berbasis objek
2.     Model data berbasis record
Arsitektur DBMS dibagi menjadi tiga, yaitu:
1.     Teleprocessing
2.     File-server
3.     Clientserver
DAFTAR PUSTAKA
http://dc346.4shared.com/doc/gtKmyasa/preview.html
http://google.com
http://andridwisaputra-andri.blogspot.com/2012/03/artikel-basis-data.html
http://hettyherawati2704.wordpress.com

MYSQL & PHP

BAB I
PENDAHLUAN
Saat ini penggunaan internet sudah semakin banyak dikenal dan digunakan oleh semua kalangan dari anak-anak sampai orang dewasa, Sekarang pengguna internet sudah banyak yang mempunyai web site pribadi, baik yang meggunakan web hosting secara gratis dari ISP, fasilitas Pendidikan ataupun yang mempunyai domain sendiri. Sebagian Besar situs yang mereka buat adalah web site yang statis, mengapa ?salah satu jawabanya bahwa meraka belum mengatahui cara pembuatan halaman web yang dinamis
Kita dapat mebuat halaman web yang baik dan atraktif dan hanya dengan menggunakan tag-tag atau sintaks HTML murni, namun rasanya situs belum cukup lengkap dan Profesional tanpa adanya salam dinamis, seperti  HIT COUNTER, FEEDBACK FORM, Buku Tamu dan Aplikasi data base lasinnya. Masih banyak pemakai yang merasa takut terhadap rumitnya sebuah program atau Scripts yang menghasilkan sebuah program dinamis, mempelajari bahasa Scripts pada dasarnya tidak berbeda denga mempelajari bahasa pemrogramman lainnya. Bagi anda yang mempunyai niat dan latar belakang sebagai alhi dalam programmer, tentulah lebih mudah untuk memahaminya dan menguasainya dalam waktu singakat. namun bagi anda yang benar-benar ingin mempelajar bagaimana membuat suatu halaman web yang dinamis buku ini dibuat dan disusun sedemikian rupa guna menyederhanakan program yang sedemikian mudah.
                Bahasa Scripts sudah sering didengar dan bermacam-macam, diantaranya seperti  CGI Scripts, Java Scripts, VB Scripts, ASP, PHP  dan lain-lain. Dalam makalah ini, saya akan menjelaskan bahasa MYSQL dan PHP.
Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu komputer dan khusunya dibidang web programming.
1.      Bagaimana memaknai inti dari kata MYSQL dan PHP?
2.      Apa saja yang tercangkup dalam MYSQL dan PHP?
Tujuan dibuatnya karya tulis ini agar mahasiswa dapat dengan langsung memahami latar belakang dan sejarah dari bahasa MYSQL dan PHP, Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana menulis script yang baik dan benar sehingga dapat menciptakan hasil yang memuaskan. Dan juga tujuan penulisan ini adalah sebagai persyaratan tugas mata kuliah Pemrograman Terstruktur.
1.Memberikan ilmu yang lebih mendalam bagi mahasiswa dalam menbuat script berbasis HTML dan PHP.
2.Mengetahui sejarah bahasa MYSQL dan PHP.
                                                 
Dalam penulisan karya tulis ini penulis memperoleh data dari buku-buku, internet dan dari artikel-artikel yang terkait.
SQL (Structured Query Language) adalah bahasa standar yang digunakan untuk mengakses server basis data . Sejak tahun 70-an bahasa ini telah dikembangkan oleh IBM, yang kemudian diikuti dengan adanya Oracle, Informix dan Sybase. Dengan menggunakan SQL, proses akses basis data menjadi lebih user-friendly dibandingkan dengan misalnya dBase ataupun Clipper yang masih menggunakan perintah– perintah pemrograman murni.
Selain MySQL, ada beberapa jenis pemograman yang berorientasi basis data yang dapat digunakan untuk aplikasi di web seperti Oracle. Oracle merupakan sebuah perusahaan besar di dunia yang cakupan bisnis salah satunya adalah penjualan perangkat lunak dan pembuatan perangkat lunak basis data yang diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan besar di dunia. Karena softwarenya tidak bebas dipasaran atau tidak free perangkat lunak maka sebagian besar perusahaan kecil atau menengah atau programmer web masih menggunakan basis data MySQL sebagai perangkat lunak basis data perusahaan atau webnya.
MySQL adalah sebuah server basis data SQL multiuser dan multi-threaded. SQL sendiri adalah salah satu bahasa basis data yang paling populer di dunia. Implementasi program server basis data ini adalah program daemon mysqld dan beberapa program lain serta beberapa pustaka.
MySQL dibuat oleh TcX dan telah dipercaya mengelola sistem dengan 40 buah basis data berisi 10,000 tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris (kira-kira 100 gigabyte data). Basis data ini dibuat untuk keperluan sistem basis data yang cepat, handal dan mudah digunakan. Walaupun memiliki kemampuan yang cukup baik, MySQL untuk sistem operasi Unix bersifat freeware, dan terdapat versi shareware untuk sistem operasi windows. Sebagaimana basis data sistem yang lain, dalam SQL juga dikenal hierarki server dengan basis data-basis data. Tiap-tiap basis data memiliki tabel-tabel. Tiap-tiap tabel memiliki field-field. Umumnya informasi tersimpan dalam tabel–tabel yang secara logik merupakan struktur 2 dimensi terdiri atas baris dan kolom. Field-field tersebut dapat berupa data seperti int, realm char, date, time dan lainnya. SQL tidak memiliki fasilitas pemrograman yang lengkap, tidak ada looping ataupun percabangan ,misalnya. Sehingga untuk menutupi kelemahan ini perlu digabung dengan bahasa pemrograman seperti C.
                MySQL menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan database server lain. Berikut ini adalah beberapa keunggulan MySQL :
v  Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan.
v  Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record.
v  Sangat cepat mengeksekusi perintah.
v  Memiliki user privilege system yang mudah dan efisien.
a. Char(M)
Tipe data ini digunakan untuk menyimpan data string dengan jumlah karakter tertentu. Panjang maksimum karakter tipe data Char harus dinyatakan secara eksplisit seperti contoh berikut:
Judul CHAR(50);
b. Varchar(M)
Tipe data ini cocok digunakan untuk menyimpan data string dengan panjang yang bervariasi. Sama seperti tipe data Char, panjang maksimum karakter yang akan ditampung dalam field harus dinyatakan
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
A.    Portabilitas.
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
B.     Open Source.
MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
C.    Multiuser.
MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
D.    Performance tuning.
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
E.     Jenis Kolom.
MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
F.     Perintah dan Fungsi.
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
G.    Keamanan.
MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
H.    Skalabilitas dan Pembatasan.
MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
I.       Konektivitas.
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
J.      Lokalisasi.
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
K.    Antar Muka.
MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
L.     Klien dan Peralatan.
MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
M.   Struktur Table
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.
Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.
PHP (akronim dari PHP Hypertext Preprocessor) yang merupakan bahasa pemrogramman berbasis web yang memiliki kemampuan untuk memproses data dinamis.
PHP dikatakan sebagai sebuah server-side embedded script language artinya sintaks-sintaks dan perintah yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan oleh server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa. Aplikasi-aplikasi yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan di server.
Pada prinsipnya server akan bekerja apabila ada permintaan dari client. Dalam hal ini client menggunakan kode-kode PHP untuk mengirimkan permintaan ke server (dapat dilihat pada gambar dibawah). Ketika menggunakan PHP sebagai server-side embedded script language maka server akan melakukan hal-hal sebagai berikut :
Ø  Membaca permintaan dari client/browser
Ø  Mencari halaman/page di server
Ø  Melakukan instruksi yang diberikan oleh PHP untuk melakukan modifikasi pada halaman/page.
Ø  Mengirim kembali halaman tersebut kepada client melalui internet atau intranet.
Kode PHP disimpan sebagai plain text dalam format ASCII, sehingga kode PHP dapat ditulis hampir di semua editor text seperti windows notepad, windows wordpad, dll. Kode PHP adalah kode yang disertakan di sebuah halaman HTML dan kode tersebut dijalankan oleh server sebelum dikirim ke browser.
Pada file HTML, HTTP server hanya melewatkan content dari file menuju ke browser. Server tidak mencoba untuk mengerti atau memproses file, karena itu adalah tugas sebuah browser. Pada file dengan ekstensi .php akan ditangani secara berbeda. Yang memiliki kode PHP akan diperiksa. Web server akan memulai bekerja apabila berada diluar lingkungan kode HTML. Oleh karena itu server akan melewati semua content yang berisi kode HTML, CSS, JavaScript, simple text di browser tanpa diinterpretasikan di server.
Blok scripting PHP selalu diawali dengan ”<?php” (tanpa kutip) dan diakhiri dengan “?>” (tanpa kutip). Blok scripting PHP dapat ditempatkan dimana saja di dalam dokumen. Pada beberapa server yang mendukung, blok scripting PHP dapat diawali dengan “<?”(tanpa kutip) dan diakhiri dengan “?>” (tanpa kutip). Namun, untuk kompatibilitas maksimum, sebaiknya menggunakan bentuk yang standar (<?php ?>). Setiap baris kode PHP harus diakhiri dengan semikolon (;). Semikolon ini merupakan separator yang digunakan untuk membedakan satu instruksi dengan instruksi lainnya. PHP menggunakan // untuk membuat komentar baris tunggal atau /* dan */ untuk membuat suatu blok komentar.
Variabel digunakan untuk menyimpan suatu nilai, seperti text, angka atau array. Ketika sebuah variabel dibuat, variabel tersebut dapat dipakai berulang-ulang. Pada PHP semua variabel harus dimulai dengan karakter '$'. Variabel PHP tidak perlu dideklarasikan dan ditetapkan jenis datanya sebelum kita menggunakan variabel tersebut. Hal itu berarti pula bahwa tipe data dari variabel dapat berubah sesuai dengan perubahan konteks yang dilakukan oleh user. Secara tipikal, variabel PHP cukup diinisialisasikan dengan memberikan nilai kepada variabel tersebut.
Contoh berikut akan mencetak "PHP" :
$text = "PHP";
print "$text";
Identifier dalam PHP adalah case-sensitive, sehingga $text dengan $Text merupakan variabel yang berbeda. Built-in function dan structure tidak case-sensitive, sehingga echo dengan ECHO akan mengerjakan perintah yang sama. Identifier dapat berupa sejumlah huruf, digit/angka, underscore, atau tanda dollar tetapi identifier tidak dapat dimulai dengan digit/angka.
Ø  Aturan Penamaan Variabel
ü  Nama variabel harus diawali dengan sebuah huruf atau garis bawah (underscore) “_”
ü  Nama variabel hanya boleh mengandung karakter alpha-numeric dan underscore (a-Z, 0-9, dan _ )
ü  Nama variabel tidak boleh mengandung spasi.
Variabel string digunakan untuk nilai yang mengandung karakter string. Pada contoh berikut, skript PHP memberikan string "Hello World" pada variabel string bernama $txt :
<?php
$txt="Hello World";
echo $txt;
?>
Output dari kode tersebut adalah : Hello World
Hanya ada satu operator string di PHP. Concatenation operator (.). digunakan untuk menggabungkan dua string. Contoh :
<?php
$txt1="Hello World";
$txt2="1234";
echo $txt1 . " " . $txt2;
?>        
Output dari kode tersebut adalah : Hello World 1234
Operator digunakan untuk menentukan sebuah nilai dengan melakukan suatu prosedur, atau dengan suatu operasi dari beberapa nilai. Nilai yang digunakan dalam sebuah operasi disebut operand. Penjumlahan adalah sebuah contoh sederhana dari suatu operasi.
Sebagai contoh : 2 + 4
2 dan 4 adalah sebuah operand. Ekspresi ini akan menghasilkan 6.
A.    Ari thmetic Operator (Operator Aritmatika)
PHP menggunakan operator arithmetic dasar :
Operator
Aksi
Contoh
Penjelasan
+
Penjumlahan
5 + 9
Menghasilkan nilai : 14
-
Pengurangan
9 - 4
Menghasilkan nilai : 5
*
Perkalian
5 * 6
Menghasilkan nilai : 30
/
Pembagian
20 / 4
Menghasilkan nilai : 5
%
modulus
9 % 4
Menghasilkan nilai : 1
PHP mengabaikan karakter spasi dalam sebuah operasi. Ekspresi $x = 5 + 9 dengan dengan $x=5+9 akan menghasilkan nilai yang sama. Penggunaan spasi disesuaikan dengan keinginan dari para user.
B.     Unary Operator
Tanda minus ( - ) digunakan dengan sebuah nilai numerik tunggal untuk menegatifkan sebuah bilangan (untuk membuat negatif bilangan postif atau membuat postif bilangan negatif).
C.    Variable Assignment Operator
Tanda sama dengan ( = ) digunakan untuk mengatur atau menetapkan nilai suatu variabel. Oleh karena itu tanda tersebut dikenal sebagai operator penugasan.
D.    Comparison Operator (Operator Perbandingan)
Operator perbandingan digunakan untuk menguji suatu kondisi. Ekspresi yang menggunakan operator perbandingan akan selalu menghasilkan nilai boolean, yaitu antara true (benar) atau false (salah).
Beberapa operator perbandingan yang lain adalah sebagai berikut :
Operator
Arti
Contoh
Dianggap benar (true) ketika :
= =
Sama dengan
$i = = $j
$i dan $j mempunyai nilai yang sama
Kurang dari
$i < $j
$i kurang dari $j
Lebih dari
$i > $j
$i lebih dari $j
<=
Kurang dari atau sama dengan
$i <= $j
$i kurang dari atau sama dengan $j
>=
Lebih dari atau sama dengan
$i >= $j
$i lebih dari atau sama dengan $j
!=
Tidak sama dengan
$i != $j
$i tidak sama dengan $j
< >
Tidak sama dengan
$i <> $j
$i tidak sama dengan $j
= = =
identik
$a = = = $b
Benar jika $a sama dengan $b, dan keduanya memiliki type data yang sama. (hanya dalam PHP4)
Ingat ! ! !
Tanda ( == ) merupakan operator perbandingan untuk menguji suatu variabel sedangkan tanda ( = ) adalah operator penugasan untuk memberikan nilai kepada suatu variabel. Perhatikan dua contoh dibawah ini.
v  Contoh salah !
$i = 3;
if($i = 5) print "lima";         // akan mencetak lima. Pernyataan $i=3 akan diabaikan
$i = 3;        
if(5 = $i) print "lima";
/* parse error terdapat kesalahan. PHP berusaha memberikan nilai
$i kepada bilangan 7
*/
v  Contoh Benar !
$i = 3;
if($i == 5) print "lima";
// $i == 5 menghasilkan nilai false (salah) sehingga pernyataan
// print "lima" tidak dijalankan.
$i = 3;
if(5 == $i) print "lima";
// 5 == $i menghasilkan nilai false (salah) sehingga pernyataan
// print "lima" tidak dijalankan.
$a = "7";
$b = 7.00;
print ($a == $b); // mencetak 1 (true)
print (($a == $b) and (gettype($a) == gettype($b))); // mencetak 0
E.     Logical Operator (Operator Logika)
Operator logika digunakan untuk mengkombinasikan kondisi, sehingga beberapa kondisi dapat dievaluasi atau diperiksa dalam sebuah ekspresi. Sebagai contoh logika AND akan bernilai true jika semua kondisi benar. Tabel berikut ini menunjukkan semua anggota dari operator logika :
Operator
Contoh
Bernilai benar jika
AND / and
$i && $j atau $i AND $j
$i dan $j bernilai benar
OR / or
$i || $j atau $i OR $j
Salah satu atau keduan variabel bernilai benar
XOR
$i XOR $j
Salah satu variabel bernilai benar, tetapi tidak keduanya benar
NOT
!$i
$i tidak bernilai benar
F.     String Concatenation Operator
Tanda titik ( . ) sebagai operator concatenate (penggabung) digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih nilai string menjadi sebuah string tunggal.      
G.    Variable Assignment Shortcut
Pada PHP dimungkinkan untuk melakukan penggunaan jalan pintas untuk operator pada pernyataan penugasan dimana operand pertama adalah sebuah variabel dan hasilnya disimpan pada variabel yang sama.
Contoh
Ekivalen dengan
$x + = $y
$x = $x + $y
$x - = $y
$x = $x - $y
$x * = $y
$x = $x * $y
$x / = $y
$x = $x / $y
$x % = $y
$x = $x % $y
$x & = $y
$x = $x & $y
$x ! = $y
$x = $x ! $y
$x ^ = $y
$x = $x ^ $y
$x . = $y
$x = $x . $y
$x >> = $y
$x = $x >> $y
$x << = $y
$x = $x << $y
$x ++
$x = $x + 1
$x --
$x = $x - 1
Skrip PHP terdiri dari rangkaian pernyataan. Sebuah pernyataan dapat berupa assignment, pemanggilan fungsi, sebuah loop, pernyataan kondisional atau bahkan pernyataan kosong. Pernyataan biasanya diakhiri dengan semikolon. Sebagai tambahan, pernyataan-pernyataan dapat dikelompokkan menjadi suatu kelompok pernyataan menggunakan kurung kurawal ( {} ). Sebuah kelompok pernyataan merupakan sebuah pernyataan juga.
A.    IF
Syntax : if (expr) statement
Contoh : - if ($a > $b) print "a is bigger than b";
- Jika statemen lebih dari satu maka :
if ($a > $b) {
print "a is bigger than b";
$b = $a;  }
B.     Else
if ($a > $b) {
print "a is bigger than b";
} else {
print "a is NOT bigger than b";  }
C.    Elseif
if ($a > $b) {
print "a is bigger than b";
} elseif ($a == $b) {
print "a is equal to b";
} else {
print "a is smaller than b"; }
D.    Switch
Pernyataan switch mirip dengan rangkaian pernyataan IF dengan ekspresi yang sama. Pernyataan switch digunakan untuk membandingkan variabel yang sama (atau ekspresi) dengan banyak nilai yang berbeda, dan menjalankan kode-kode yang berbeda tergantung pada nilai mana variabel tersebut sama.
Sangat penting untuk memahami bagaimana pernyataan switch dieksekusi agar terhindar dari kesalahan. Pernyataan switch dieksekusi per pernyataan. Di awal, tidak ada kode yang dieksekusi. Ketika pernyataan case sesuai dengan ekspresi pada switch, PHP mulai mengeksekusi pernyataan-pernyataan tersebut. PHP terus mengeksekusi pernyataan-pernyataan tersebut hingga akhir blok switch, atau pada saat pertama kali bertemu pernyataan break. Jika tidak ada pernyataan break, PHP akan mengeksekusi pernyataan-pernyataan pada case berikutnya. Pada pernyataan switch, kondisi (ekspresi) hanya diperiksa sekali dan hasilnya dibandingkan dengan setiap pernyataan case.
E.     While
Perulangan while merupakan perulangan yang paling sederhana di PHP. Bentuk dasar pernyataan while adalah :
while (expr) statement
Pada while, PHP mengeksekusi pernyataan-pernyataan bersarang (nested statement(s)) berulang-ulang, selama ekspresi yang dievaluasi bernilai benar (TRUE). Nilai ekspresi tersebut diperiksa setiap saat di awal perulangan. Jika hasil evaluasi ekspresi adalah salah (FALSE) sejak awal, pernyataan-pernyataan bersarang tersebut tidak akan dijalankan meskipun sekali.
F.     Do .... while
Perulangan do..while loops hamper sama dengan perulangan while, kecuali kebenaran ekspresi dicek di akhir iterasi. Perbedaan mendasar dari perulangan while adalah iterasi pertama pada do…while pasti akan dijalankan.
G.    For
Syntax : for (expr1; expr2; expr3) statement
Ekspresi pertama (expr1) dievaluasi (dieksekusi) sekali di awal perulangan. Di awal setiap iterasi, expr2 dievaluasi. Jika benar, perulangan dilanjutkan dan pernyataan-pernyataan bersarang dieksekusi. Jika salah, perulangan dihentikan. Di akhir setiap iterasi, expr3 dievaluasi (dieksekusi).
Array sederhana
Dalam PHP, sebuah variabel dapat dinyatakan sebagai sebuah tempat untuk sebuah nilai tunggal. Sedangkan Array adalah sebuah tempat untuk sekumpulan nilai. Sebuah array terdiri dari sejumlah element, yang masing-masing memiliki sebuah nilai - data yang tersimpan pada elemen array tersebut - dan sebuah key atau index, dimana elemen tersebut dapat dirujuk. Normalnya, sebuah index berupa integer. Secara default, array adalah basis nol, artinya elemen pertama dari array memiliki index nol. akan tetapi index dapat juga berupa string.
Bentuk sederhana array terdiri dari serangkaian elemen yang bertanda dimulai dari nol dan bertambah secara sekuensial. Sebagai contoh sebuah array bernama $branch, setiap elemen berisi nama kota cabang sebuah perusahaan.
$branch[0]
$banch[1]
$ banch[2]
$ banch[3]
$ banch[4]
“Semarang”
“Surabaya”
“Medan”
“bandung”
“Yogyakarta”
Array dalam PHP dapat berisi elemen dari sejumlah tipe data yang berbeda. Artinya array dalam PHP tidak harus memiliki tipe data yang sama. Setiap elemen dapat berupa tipe data apa saja.
Ada tiga jenis array di PHP:
Ø  Numeric array – Array dengan dengan kunci ID numerik
Ø  Associative array – Array dimana setiap kunci ID berasosiasi dengan sebuah nilai
Ø  Multidimensional array - Array yang menyimpan satu atau lebih array
MySQL termasuk salah satu database utama yang digunakan di Indonesia terutama di kalangan developer PHP. Ini disebabkan native integration antara PHP dan MySQL serta banyaknya hosting yang menyertakan kedua produk tersebut karena bebas lisensi dan sudah terbukti tangguh dan efisien. Penggunaan PHP dan MySQL dapat menjadikan dan memudahkan untuk pembuatan aplikasi secara gratis dan stabil (dikarenakan banyak komunitas developer PHP dan MySQL yang ber-kontribusi terhadap bugs)
MySQL (My Structure Query Language) atau yang biasa dibaca “mai-se-kuel” adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source dan berjalan di semua platform baik Windows maupun Linux. Selain itu, MySQL juga merupakan program pengakses database yang bersifat jaringan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (Banyak Pengguna). Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). Oleh karena itu harus ada software pendukung antara lain PHP (Paper Hipertext Preposesor), Visual Delphi, Visual Basic, Cold Fusion, dan lain-lain.
MySQL memiliki layer utama seperti layer DOS yaitu memiliki prompt utama yang disebut mysql, tetapi sekarang ada suatu program dump yang dibuat seperti web berjalan di bawah server database yang disebut PhpMyAdmin. Untuk memprogram database lewat prompt harus paham dan hafal mengenai perintah query tetapi dengan PhpMyAdmin pengaksesan akan terasa singkat dan lebih mudah karena sudah ada grafik interface yang memudahkan dalam pembuatan database serta pengaksesan perintah-perintah Query.
Salah satu kelebihan unggulan dari PHP adalah mampu berkomunikasi dengan berbagai database terkenal, seperti dBASE, Informix, Interbase, Access, MSQL, MySQL, Oracle, PostgreSQL, Sybase, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, untuk menampilkan data yang bersifat dinamis (yang diambil dari database), merupakan hal yang mudah untuk diimplementasikan. Itulah sebabnya sering dikatakan bahwa PHP sangat cocok untuk membangun halaman-halaman dinamis, baik di lingkungan web maupun WAP.
PHP sudah menyediakan fungsi-fungsi bawaan (built-in) untuk mengakses database dan menampilkan data-data yang terdapat didalamnya. Selain itu, PHP juga bisa memasukkan perintah-perintah SQL untuk pengolahan database lebih lanjut, seperti untuk menambah, menghapus, mencari dan mengedit data yang terdapat di database. Untuk mengintegrasikan PHP dengan database di server MySQL, dibutuhkan dua fungsi utama, yaitu:
1.      Fungsi mysql_connect ($hostname, $username, $password);
Untk koneksi ke server MySQL dengan alamat $hostname, login $username, dan password $password. Jika parameter nama hostname tidak dideklarasikan, otomatis akan berisi localhost. Koneksi ke database akan secara otomatis terputus pada saat skrip program selesai dieksekusi seluruhnya, kecuali diberikan fungsi mysql_close( ). Fungsi mysql_connect( ) akan menghasilkan nilai true, jika koneksi berhasil dilakukan dan nilai false jika koneksi gagal.
2.      Fungsi mysql_select_db ($nama_database);
Untuk menghubungkan database yang bernama $nama_database;
Ø  Untuk Penerbit
Diharapkan bagi penerbit-penerbit buku agar menerbitkan buku-buku terbaru mengenai “MYSQL dan PHP, buku-buku tentang Teknologi Informasi” Karena penulis merasa masih kurang lengkap mencari buku-buku sumber yang berhubungan dengan pembahasan Karya Tulis Ilmiah yang dibuat, dan untuk memperdalam ilmu bagi yang membutuhkannya.
Ø  Untuk Pembaca
Agar para pembaca tertarik untuk membaca Karya Tulis Ilmiah yang Penulis susun. Sehingga pembaca bisa  mengambil hikmahnya dan bersedia untuk mengajarkan atau membagi ilmu pada orang lain. Karena ilmu tidak akan berkurang jika dibagikan, justru akan semakin berkembang.
SUMBER:
http://dinifathuljanah.blogspot.com